Buku ‘Ana, Anti, Antum?’ by Azalea Dzahin

Ini adalah kiriman pertama yang dikirimkan setelah perkenalan. Pada tanggal 27 Maret 2016. Mulai ditulis pukul 10 pada menit ke 09. Mungkin saat ini sudah bisa dikategorikan larut malam, tapi apalah daya, kantuk masih bersembunyi entah di mana.

Kiriman ini ingin membahas tentang buku pertama Azalea Dzahin berjudul ‘Ana, Anti, Antum?’. sebenarnya ini buku kedua, tapi berhubung buku yang pertama membahas tentang fiksi remaja yang tak lepas dari percintaan, jadi aku menjadikan buku ini sebagai buku pertama saja.

Sebenarnya tidak ada maksud menggurui, bahasa yang digunakan juga terbilang santai, kok, dan yang terpenting adalah jangan menganggapku terlalu lebih dalam ilmu, karena aku juga masih memiliki banyak kekurangan, perlu banyak berbenah diri. Penasaran dengan bukunya? Yuk diintip!

12798907_1689170634674389_2219740719196343733_n

Judul Buku: Ana, Anti, Antum?
Penulis: Azalea Dzahin
ISBN: 978-602-0897-82-0
Penerbit: Pena Indis
Distribusi: Naifa Publishing
Harga Umum: 32.000

Pre Order: 27 Maret – 10 April 2016

Sinopsis:

Belakangan ini sapaan Akhwat dan Ikhwan tentu sudah tidak asing hilir mudik di telinga kita. Jika dulu Akhwat dan Ikhwan merupakan kosa kata yang terasa berat di telinga, juga bagi penyandangnya sendiri, kini tak lagi. Sapaan Akhwat narsis dan Ikhwan lebay pun mulai bermunculan menciptakan barometer kekinian. Tak lupa juga akhwat kekinian kini tak mau ketinggalan.

Ana, Anti, Antum?’ Bukanlah buku pelajaran Bahasa Arab walaupun pemilihan judul dinukil dari Bahasa Arab. Judul tersebut erat kaitannya dengan Akhwat dan Ikhwan. Loh? Apa hubungannya? Dan bagaimana pula caranya menjadi the real Akhwat?

saat ini belum didistribusikan secara nasional.

Pemesanan bisa melalui penulis atau penerbit langsung.

Setelah Ramadhan 2016 – dengan seizin Allah – baru akan didistribusikan.

Who am I

Hal yang pertama kali dilakukan ketika berkunjung ke rumah orang adalah mengucapkan salam, lalu menunggu untuk dipersilakan masuk, dan dengan senang hati saya menyambut kedatangan antum semua:) Apa kabar? sebelum memulai perbincangan yang lebih intens lagi, mungkin ada baiknya jika kita saling mengenal satu sama lain.

Azalea Dzahin adalah sebaris nama yang terpampang di tiap buku dan naskah karya saya. Meskipun saya kerap dipanggil dengan sebutan selain Azalea atau Dzahin, tapi sebaris nama itu merupakan nama sah saya yang tertera pada akte kelahiran. Cut Hudzaifah Najwa Azalea Dzahin. Yap! Dua kata akhir yang saya pilih untuk dijadikan nama pena. Jangan mempermasalahkan kenapa nama saya begitu panjang, atau juga jangan khawatir bagaimana cara pengisian LJK, karena hal serupa sudah terlalu lelah saya dengar. Yang jelas saya bahagia dengan nama yang super panjang seperti itu.

Sebagaimana lazimnya, setiap darah cut pastilah keturunan Aceh. Remaja yang kerap disapa Najwa ini terlahir di sebuah kota madya di provinsi Aceh, dini hari memasuki tanggal 3 Februari 1999. Namun kini, takdir membawanya menetap di Bandung. Kegiatan saat ini, belajar, mengajar, membaca, menulis, menghafal, menonton, jalan-jalan, dan sebagainya.

Semoga pertemuan ini bisa menghadirkan ukhuwah baru yang memberi manfaat. Walau jauh dari kata sempurna, tapi inilah proses. Life is a process. Jangan menuntut hasil yang sempurna jika tidak ingin melewati proses yang rumit dan terjal. Orang sukses tidak terlahir dari jiwa yang bersantai. Kenapa harus tunggu tua untuk bisa mandiri?;)